Ramadhan 1430H : Shalat Iftitah

Posted: Agustus 24, 2009 in Others
Tag:, , , ,

Mungkin bagi sebagian besar orang, shalat yang satu ini masih asing, karena sepertinya yang mempraktekkan shalat ini belum terlalu banyak, buktinya masih banyak juga Jamaah Masjid Al-Mujahidin yang masih suka terkecoh ketika kebanyakan jamaah berdiri setelah imam selesai menyampaikan kultum dalam rangkaian pelaksanaan shalat Isya dan Tarawih di masjid ini, mereka mungkin berpikir shalat Tarawih akan segera dimulai namun kenyataannya jamaah tersebut melakukan shalat sunnah terlebih dahulu sebanyak dua rakaat.

Sebenernya apa sih yang dimaksud dengan shalat iftitah dan seperti apa sih tuntunannya? Saya sendiri juga baru tau mengenai sunnah ini ketika kembali ke kampung halaman di tahun 1997, ternyata di masjid tempat saya tinggal juga baru beberapa tahun belakangan juga mempraktekkan sunnah ini. Mengutip dari berbagai sumber di internet saya mencoba mengingat kembali apa itu yang dimaksud dengan shalat iftitah dan seperti apa tuntunan dan do’anya. Pada beberapa tahun yang lalu, ketika saya masih aktif menjadi Panitia Gerakan Ramadhan di masjid ini, saya sempat mengutip do’anya dari catetan maupun literatur yang dimiliki oleh almarhum kakek saya dan memasukkannya kedalam Buku Panduan Gerakan Ramadhan Masjid Al Mujahidin, namun ketika saya mencoba lagi untuk mengingat dimana saya menyimpan file tersebut saya tidak lagi menemukan, akhirnya setelah googling beberapa situs, saya mendapati kutipan doa tersebut.

sholluBerdasarkan beberapa definisi yang saya temui, Shalat iftitah adalah shalat 2 rakaat yang boleh dikerjakan sebelum melaksanakan qiyamul-lail. Bagi seseorang yang akan mengerjakan Qiyamul-lail boleh memulai dengan 2 rakaat shalat iftitah, tetapi boleh juga tidak. Jadi shalat iftitah itu hanya berhubungan dengan qiyamul-lail dan tidak ada hubungan dengan shalat-shalat sunnah yang lain.

Rasulullah bersabda:
“Apabila salah seorang dari kamu akan shalat pada waktu malam, hendaklah memulai shalatnya dengan 2 rakaat yang ringan” (HR. Ahmad dan Muslim).

Dari Aisyah berkata:
“Rasulullah apabila shalat pada wktu malam (qiyamul-lail) memulai shalatnya dengan 2 rakaat yang ringan” (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Dawud).

Adapun tata cara shalat iftitah adalah sebagai berikut, dimulai dengan takbir kemudian membaca doa sebagai berikut “subhanadzilmulki wal malakut wal izzati wal jabarut wal kibriyai wal adhomah(maha suci Allah, dzat yang memiliki kemuliaan, kekuasaan, kebesaran dan keagungan)(HR. Thabrani) dilanjutkan dengan membaca surat al Fatihan tanpa membaca surat-surat Al Qur’an yang lain dan dikerjakan seperti shalat-shalat wajib. Kemudian setelah salam baru lah dilanjutkan dengan shalat qiyamul lail yang pada bulan Ramadhan dikenal juga sebagai shalat Tarawih.

Demikian rangkuman dari beberapa sumber yang saya temui, mohon koreksinya apabila rangkuman diatas kurang tetap dan tidak sempurna. Semoga bermanfaat dan kita dapat meraih keutamaan-keutamaan Ramadhan.

Komentar
  1. renny mengatakan:

    Assalammualaikum……

    tata cara shalat iftitah yang benar gimana yach…..

  2. SAMY mengatakan:

    assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh ya akhi…
    kayva haluka…?

    afwan, ana mw nanya nech…
    di masjid yang biasa saya tempati untuk shalat juga melakukan shalat iftitah ini. tapi ketika saya yang ditunjuk sebagai imam, saya tidak mau mengerjakannya. karena saya tidak pernah mendapatkan dalilnya. saya memang pernah mendap dalil tentang shalat ringan 2 rakaat sebelum qiyamul lail, tapi saya tidak pernah dapatkan namanya sholat ini. yang jadi pertanyaan saya…, kenapa shalat ini mesti diberi nama shalat iftitah??? kenapa bukan shalat fatihah saja…? karena apa yang dibaca tidak sesuai dengan nama dari shalat ini, dan ini sangat membingungkan.
    kalau sekiranya antum punya latar belakang penamaan shalat ini, kiranya sudilah untuk berbagi ilmu dengan hamba Allah yang lemah akal ini… syukran qablahu..

    • Hans mengatakan:

      Sholat Iftitah adlah sholat pembuka sholat malam, yang kemudian di tutup dengan sholat wittir setelah melaksanakan sholat malam terlebih dahulu dan atau sholat tarawih.

      kalau diurutkan jadi seperti ini ;
      1. Sholat Iftitah (Sholat Pembuka
      2. Sholat malam dan atau sholat Tarawih
      3. Sholat Wittir (sholat Penutup)

      Iftitah sendiri adalah artinya = pembuka (sholat pembuka)
      wittir = penutup

      ini sepengatuahan saya…. kalau ada yang keliri mohon di lengkapi.. terimkasih..

  3. mantri mengatakan:

    Assalamu’alaikum,
    maturnuwun, info ini berguna bgt buat saya, saya sekarang lebih mantab menjalankan sholat suah ini.
    wassalam…

  4. daniar mengatakan:

    assalamu’alaikum mas indra..saya baru 2 minggu di depok jawa barat..tapi tatacara ibadah sholat tarawihnya ada yang berbeda dengan di tempat saya surabaya. saat sholat di masjid al kohinur pondok cina..sebelum sholat tarawih,disini sholat iftitahnya sendiri2,sehingga yang saya lihat sekitar 5-6 orang saja yang sholat iftitah,sedang ditempat saya sholat iftitahnya dipimpin oleh imam (jadi serentak).Setelah sholat witir,tepatnya setelah salam,ditempat saya (maaf ditempat saya masjid milik Muhammadiyah)para jamaah bersama-sama mengucapkan Subhanal malikil quddus 3x robbul malaaikati warruh dengan suara jahr, sedangkan di masjid al kohinur tidak ada..kalo nggak salah bacaan doa iftitahnya “subhanadzilmulki wal malakut wal izzati wal jabarut wal kibriyai wal adhomah”…maaf, mungkin ini jadi perbandingan saja..

    • Indra T Hattatilan mengatakan:

      Wa’alaikumsalam Daniar,
      Terima kasih udah sharing ilmunya….sebenernya pelaksanaan shalat tersebut ditempat saya juga dilakukan secara sendiri-sendiri (namun jumlah yang melaksanakannya jg cukup banyak), waktu itu pernah ada yang mengusulkan untuk dilaksanakan secara berjamaah, tapi dikarenakan jamaah yang shalat berasal dari beragam background, untuk menghindari adanya konflik, makanya diberikan kebebasan bagi mereka yang ingin melaksanakannya ataupun tidak (masjid tempat saya juga berada di lingkungan Muhammadiyah).

      Sepertinya memang doa yang pernah saya dapat dari catatannya kakek saya adalah seperti yang (maaf mba ato mas) Daniar sampaikan disini, yaitu subhanadzilmulki wal malakut wal izzati wal jabarut wal kibriyai wal adhomah selain itu setelah shalat witir jamaah bersama-sama mengucapkan Subhanal malikil quddus 3x robbul malaaikati warruh.

      Terima kasih atas sharingnya, semoga bermanfaat bagi kita semua.

  5. fiTri mengatakan:

    assaLamualaikum. .
    kok ga adda LafaL niatt nya ? ?
    Lafal na gmna ya? ?
    makasie

  6. ahmad gabert mengatakan:

    Jam Berapa shalat Iftitah yang paling utama dilaksanakan,,,

  7. hendratampandh mengatakan:

    assalamu’alaikum wr wb. .

    hwehehe. .^e^
    setahu saya baru tahun ke2 ini masjid saya menggunakan sholat iftitah,,
    sekedar nanya ajha,, kalo d sholat iftitah perlukan kita membaca doa iftitah waktu sholat tarawihnya it??

    terima kasih,, :)

  8. s ghufron mengatakan:

    Assalaamu’alaikum wr wb
    Terimakasih infonya….ilmu sangat bermanfaat, sebab saya juga baru tahu ini meskipun di masjid tempat saya, sholat iftitah sdh dimulai tahun lalu. Pertanyaan saya ialah: ada imam yang membaca al Fatihah dgn keras ada pula yang tidak dikeraskan (sholat di masid saya itu sholat iftitahnya bersama-sama), terimakasih
    Wassalaamu’alaikum wr wb

  9. Indra mengatakan:

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Redaksi hadist yang disebutkan dr Aisyah tadi menggunakan kata membuka (iftataha), lalu mungkin disebutlah sholat dua rakaat sebelum sholat malam tadi dengan sebutan Sholat Iftitah. Ini dengan asumsi bahwa sholat tarawih adalah sholat Qiyamullail.

    Menurut saya, sebaiknya para imam yang melaksanakan dua rakaat pendek tadi, sebelum melaksanakan sholat tarawih, tidak perlu menyebutkan kepada masyarakat dengan sebutan sholat iftitah, apalagi mengumandangkan misalkan “Mari Sholat Iftitiah”. Ini dapat membuat masyarakat awam bingung, ada sholat apa lagi neh “Sholat Iftitah”, padahal selama ini tidak ada.

    Para iman sebaiknya cukup melaksanakan dua rakaat pendek sebelum melaksanakan tarawih dan tidak perlu bilang itu Sholat Iftitah, agar tidak dikira melaksanakan sholat yang tidak dilakukan Rasulullah s.a.w. Wallahu a’lam bissowab.

  10. yadi mengatakan:

    Assalamualaikum.
    saya masih bingung. Niat shalat iftitah gimana …
    tlg di jelaskan,

  11. [...] Posts Berkarir di Ernst & YoungRamadhan 1430H : Shalat IftitahA Little Something About [...]

  12. ryan mengatakan:

    b, lw shalat iftitah tu cuma 2 rakaat yach….

  13. yudiansah choeroh mengatakan:

    iya emang banyak yang gak tau tentang sholat iftitaf dan belum banyak juga yang mengamalkannya…

  14. Uya mengatakan:

    Apa Rasul menamakan sholat ringan itu sholat iftitah. Emanag membingungkan bagi orang awam.Saya juga baru tau baca cara sholat tahajut yang disebutkan didahului sholat iftitah. Selama ini saya niat dalam hati ya sholat sunat aja. Niat kan ga perlu diucapkan karena orang yang mau sholat mesti sudah ada niat. Tk infonya.

  15. dedy hartono mengatakan:

    saya baca di salafiblog, solat iftitah usai fatihah tetap membaca surat tapi bacaan yang ringan atau pendek. makanya yang disebut ringan atau pendek yaitu bacaan surat usai al fatihahnya dikarenakan gerakan dan bacaan lainya ketika ruku sampai selesai sama dengan sholat 2 rakaat yang lainnya.

  16. syafrizal izzuqi mengatakan:

    sempat q bertanya tanya ….tentang dua rakaat sebelum tarawih .sekitar tiga tahun ini di kampung ku sudah menjalankan nya…….sedangkan kebanyakan di masjid masjid laen tanpa ada…..akhirnya aku tau….ternyata ini termasuk sunnah rasul…
    terima kasih sebelumnya atas balasan nya…..

  17. joko disini saja mengatakan:

    makasih infonya ya…..
    aku juga baru tau ini tentang sholat iftitah. ternyata itu sholat sunnah “penghubung” antara sholat setelah isya’ dan akan menjalankan sholat malam ya….

  18. galih raynar mengatakan:

    sekian lama menjadi umat islam baru tahu sholat iftitah, terimakasih informasinya

  19. Mohamad saputra mengatakan:

    1. Niat
    2. Takbiratul ikhram
    3. Kemudian membaca doa iftitah: “subhanadzilmulki wal malakut wal izzati wal jabarut wal
    kibriyai wal adhomah” (maha suci Allah, dzat yang memiliki kemuliaan, kekuasaan, kebesaran
    dan keagungan)(HR. Thabrani)
    4. Membaca surat al Fatihan tanpa membaca surat-surat Al Qur’an yang lain dan dikerjakan
    seperti shalat-shalat wajib.
    5. Kemudian melanjutkan seperti sholat-sholat wajib sebanyak 2 rakaat
    6. Salam

    nah yg saya tanyakan apakah stelah membaca surat al-fatiha kan tdk lagi membaca surat-surat pendek,,,,,,,berarti langsung rukuk,,,,???? dn apakah stelah bangun dri dua sujut apakah masi sama doanya sperti dri poin ketiga dn keEmpat,,,,,,,????

  20. abdul halid mengatakan:

    Lafal niat’nya kaya gimana???

  21. indra syaputra mengatakan:

    assalamualaikum.
    trim’s,atas info & petunjuknya.smoga dapat berguna bagi kita semua sesama ummat.
    muslim.
    amiiiiiin.

  22. Naser mengatakan:

    Maaf mas/mba saya puny pandangan berbeda ttg Shalat ini. Krn hadis di atas tdk scr langsung menyebutkan apakah dua rakaat itu sebelum atau bagian dari 8 rakaat shalatnya Nabi saw. Tapi riwayat lain Dari Ibnu Majah (semoga saya tidal salah mengingatnya) menguatkan penjelasannya mengatakan bahwa Nabi saw memulai Shalat malamnya dengan dua rakaat yg ringan (iftataha bi rak’atain khafifatain) lalu dua rakaat selanjutnya dengan bacaan yg sangat panjang, lalu dua rakaat ketiga yg lebih ringan Dari yg kedua tp lebih panjang Dari yang pertama, dst. hingga delapan rakaat Dan dilanjutkan witir. Riwayat dr Aisyah menjelaskan inilah Shalat yg “la tas’al ‘an husnihinna wa tulihinna” ( jgn kau tanya bagaimana bagus dan panjangnya Shalat/raka’at itu). Krn panjangnya Shalat itu, setelah 4 raka’at Nabi berhenti, beristirahat (hatta tarawwahna/sampai kami merasa lega/santai/berangin2). Bagi Sebagian ulama inilah dasar dinamainya Shalat Tarawih. Riwayat lain Dari al-Bukhari menambahkan bahwa “salat al-lail matsna matsna” (Shalat malam ini dua raka’at dua raka’at). Jika semua riwayat ini dihubungkan, maka saya mengikuti pendapat bahwa Shalat sun at iftitah itu adalah bagian dari 8 raka’at Shalat malamnya Nabi saw. Wallahu a’lam. Mohon dilihat ini tdk dalam konteks menyalahkan yg lain, tp bagaimana kita bisa berbeda dalam memahami Nabi saw dan sunnahnya, dan masing2 kita bisa mengikuti pendapat yg menurut kita mungkin lebih kuat.

  23. alee aliet mengatakan:

    assalaamu’alaykum..afwan nih ana mau tanya”dalam haditsnya gak ada yang menerangkan kalau habis baca fatihah kita gak usah baca ayat qur’an yg lain,minta haditsnya kalau ada ya” makasih..wassalaamu’alaykum.

  24. Seflan mengatakan:

    Shalat iftitah itu tidak ada, istilah itu bid’ah menurut saya

  25. ari mengatakan:

    terima kasih atas info nya,,, sanng gat bermanfaat sekali buat saya yang sedang belajar mendalami agama islam,,,

  26. Jean mengatakan:

    Thanks for taking time to post “Ramadhan 1430H : Shalat Iftitah dan beginilah ceritanya”.
    Thank you so much for a second time ,Brian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s