Belajar Macro dengan Raynox DCR250

Posted: Mei 20, 2010 in Photography & Hobbies
Tag:, , ,

Dari pertama kali megang DSLR, orientasi fotografi saya lebih banyak ke foto-foto yang berhubungan dengan alam, either itu landscape or macro. Untuk landscape, sampai dengan sekarang belum mendapatkan feel yang pas untuk hasil yang maksimal dan ini memang belum saya dalami lebih lanjut, hanya sebatas menikmati karya-karya fotografer lainnya yang kalo dilihat bikin iri dan memberikan inspirasi, entah dari lokasi atau foto yang dihasilkan. Modal untuk sebuah foto landscape sebenernya lebih murah ketimbang foto macro, sebab untuk foto landscape dibutuhkan lensa dengan range wide yang memungkinkan, sebagai contoh standard lensa kit Sony yang sepaket dengan A300, rangenya sudah cukuplah dengan wide 18mm, walaupun mungkin bagi sebagian orang masih dianggap belum cukup lebar, but what is important is how you can maximize your gear, ada koq yang hasilnya ciamik, tinggal bagaimana kitanya saja.

Lebih lanjut, karena keterbatasan waktu dan kesempatan buat saya mengekplorasi foto landscape, maka akhirnya saya lebih prefer ke foto macro. Kenapa demikian? karena obyek untuk suatu foto makro itu bisa ada di sekitar kita, sebagai contoh, halaman samping rumah saya yang dianggap sebagai hutan oleh mama saya, saya jadikan mini studio dimana banyak sekali terdapat berbagai jenis belalang, kupu-kupu, laba-laba kecil dan serangga-serangga lainnya. Kebun belakang rumah mama saya juga banyak objek yang bisa dieksplorasi ada lagi dipinggir danau dibawah jembatan Teksas UI. Namun untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam foto makro tentunya harus ditunjang dengan alat yang memang secara fungsi dikhususkan untuk mengambil foto tersebut dari lensa, filter dan flash ada yang secara khusus diperuntukan untuk jenis foto ini.

Definisi kategori makro menurut FN adalah Foto-foto benda kecil yang ditampilkan dengan perbesaran 1:2 atau lebih.

Harga lensa untuk makro sendiri bisa dibilang cukup mahal, pilihan yang ditawarkan oleh produsen kamera saya adalah 100mm dan 50mm macro lenses ditambah aksesoris tambahan berupa ring flash macro. Untuk lensa 50mm harganya sekitar 4jutaan dan yang 100mm kisaran harganya sekitar 6jutaan sedangkan untuk ring flash macro ada dikisaran harga 3jutaan. Angka tersebut tentunya cukup fantastis untuk sebuah hobi dan orang bagi saya, makanya sampe sekarang lensa maupun aksesoris makro tersebut belum ada yang kebeli. Alternatif lain bisa membeli third party lenses atau aksesoris dan juga untuk pengguna Sony Alpha, alternatif lensa keluaran Minolta juga bisa menjadi alternatif pilihan lain, walaupun harganya hanya terpaut tipis.

Sony SAL 100mm

MacroRing Flash Light

Alternatif murah lainnya bisa dengan menggunakan kaca pembesar (loop) yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat memperbesar objek, tapi kalau ngga mau report dan ada dana lebih bisa menggunakan sebuah filter Raynox DCR250 yang sedang saya coba untuk ekplorasi lebih dalam, karena cara penggunaanya cukup mudah, tinggal di tempel di depan lensa dengan model clip-on.

Raynox DCR250

Karena memang merupakan alternatif yang murah dalam fotografi makro, tentunya ada kekurangannya bila dibandingkan penggunaan lensa makro, salah satu yang saya rasakan adalah antara jarak fokus dengan objek menjadi/harus dekat sekali, buat foto serangga yang selalu bergerak tentunya ini sangat menyulitkan, baru ngeker objek dah pindah/terbang, makanya dibutuhkan kesabaran yang cukup tinggi, lumayan buat yang sedang melatih kesabaran. Disamping itu DoF nya juga sangat tipis.

Saat ini sih saya sendiri masih dalam tahap ekplorasi untuk mendapatkan hasil yang terbaik, tapi selagi belum mampu untuk membeli lensa makro, ini menjadi alternatif untuk memenuhi rasa penasaran saya terhadap makro fotografi. Semoga nanti ada rezekinya untuk bisa beli lensa makro. Semoga….

Contoh menggunakan Raynox DCR250, selebihnya bisa intip gallery saya yang ada di DeviantArt. Silahkan sharing pengamalaman anda disini.

Komentar
  1. [...] Belajar Macro dengan Raynox DCR250 [...]

  2. HARIVO mengatakan:

    TERIMA KASIH MAS UNTUK SHARENYA :)

  3. Andy mengatakan:

    Om mau tanya kenapa saya memakai raynox selalu timbul vignetnya ya…terima kasih

  4. hadie mengatakan:

    boleh juga tu…saya punsedang experiment dalam mendapatkan makro. cari punya cari ada cara mendapatkannya. prinsipnya adalah menhjauhkan lensa dengan body camera. caranya dengan melepas lensa kemudian tambahkan potongan tabung apa saja,bisa paralon atau apa yg penting bulatan berbentuk tabung sepanjang 3-10cm. makin panjang lensa di jauhkan makin makro lensa kita. yang di jual di pasaran pun ada,mau otomatis harga dalm 1,5 -2juta yang manual dalam 150rebu-250rebu. saya baru experiment saja memanfaatkan limbah di sekitar kita. tapi sambil ngumpulkan duit juga tuk beli barangan ini….
    kalau ada FB kita bisa kongsi cerita dan pengalaman di hadicom12@yahoo.co.id

    • Indra T Hattatilan mengatakan:

      thank you sharingnya bro…memang banyak jalan menuju Roma, tinggal kita mo memilih yang mana. Dengan alat yang minimal sekalipun seseorang bisa menghasilkan suatu karya yang baik sekali. semoga cepat tercapai tuk membeli lensa macronya, atau mungkin sekarang sudah kebeli ya…soalnya baru reply ini setelah 2 bulan. efbe ada tuh bro…

  5. salahudin mengatakan:

    semakin di zooom semakin tipi DoF nya :(
    apalagi kalo tangan gemeteran … weeddeewww …
    tapi utk sekedar melepas rasa penasaran pengin makro2an
    cukup oke lah pakai raynox dcr 250 ini

  6. ike mengatakan:

    like ;) baguuusss banget… untuk perlengkapan standar, ini udah ciamik banget ;)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s