[Kajian Hadits] Rukun Iman

Posted: September 18, 2014 in Kajian Hadits, Me & My Family, Spiritual Journey
Tag:, , , , , , ,

syarah-arba-in-an-nawawiyah-mendulang-faedah-ilmiyah-dari-lautan-sunnah-nabawiyahBismillahirrohmanirrohim.

Kajian rutin ba’da Dzuhur yang diakan di Masjid Al-A’laa Gedung Bursa Efek Indonesia secara khusus setiap hari Rabu membahas tentang kitab Syarah Arba’in An-Nawawiyah, yang pada tulisan kali ini membahas Hadits ke-3, Rukun Iman. Awal pembahasan telah dimulai pada tanggal 3 September 2014 yang lalu, tapi berhubung pada saat itu saya ada training, jadi saya tidak mengikuti dari awal. Saya kembali mengikuti kajian di Rabu tanggal 10 September yang lalu, dimana pada saat itu kajiannya telah memasuki Rukun Islam yang kedua, Shalat.

Berikut ini intisari yang saya tangkap sesuai dengan kemampuan saya tentang pembahasan Shalat, ditambah beberapa hasil membaca dari sumber lainnya. Tujuannya tidak lain adalah untuk kepentingan sendiri dalam mengenal Islam lebih mendalam dan memperkuat ilmu dengan harapan semoga memberikan manfaat bagi saya pribadi dan keluarga saya. Mohon maaf jika terdapat kekeliruan dalam intisari ini.

IMG_1720Diriwayatkan dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob radiallahuanhuma, dia berkata : “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : ‘Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji ke Baitullah dan puasa Ramadhan.’” (HR. Tirmidzi dan Muslim)

Dalam kajian tersebut ustadz membahas mengenai syarat-syarat sah shalat dan rukun-rukun shalat, pada kesempatan yang sama juga diperagakan beberapa gerakan dalam rukun shalat mengikuti cara shalat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam. Kemudian tambahan berupa wajib dan sunnah shalat saya coba rangkumkan dari berbagai sumber lainnya, karena keterbatasan waktu, pada saat kajian, wajib dan sunnah shalat belum sempat dibahas.

Shalat adalah ibadah yang terkandung didalamnya berbagai macam bacaan/ucapan maupun perbuatan. Ucapan maupun perbuatan dalam shalat dapat digolongkan menjadi tiga: rukun, wajib, dan sunnah.

  • Rukun: Jika ditinggalkan maka batal shalatnya baik secara sengaja maupun tidak, atau batal rakaat yang terlewat rukun tersebut sehingga rakaat yang berikutnya menempati kedudukan rakaat tersebut.
  • Wajib: Jika menginggalkannya secara sengaja maka batal shalatnya. Jika tidak sengaja maka tidak batal, namun harus menggantinya dengan sujud sahwi.
  • Sunnah: Tidak batal shalat jika ditinggalkan baik secara sengaja maupun tidak. Namun, mengurangi kesempurnaan shalat.

Sebelumnya kita harus terlebih dahulu mengetahui apa saja syarat sahnya shalat. Syarat sah shalat belum termasuk kedalam bagian dari Shalat akan tetapi harus terpenuhi agar shalat kita menjadi sah. Di berbagai sumber terdapat banyak syarat sahnya shalat, jika kita mencari sumber dari internet maka akan sangat banyak kita temukan syarat-syarat sahnya shalat, namun pada intisari saya ini, saya akan tuliskan sebagaimana yang dibahas pada kajian tanggal 10 September 2014 yang lalu, yaitu terdapat 5 syarat sah shalat.

Syarat Sah Shalat

  1. Sudah masuk waktu shalat; 
  2. Bersih dari najis dan hadas – tentunya jika hadas besar dibersihkan dengan mandi dan selain itu dengan berwudhu (dan cara-cara membersihkan najis seperti yang diajarkan dalam hadist-hadist lainnya), pada kesempatan kajian juga disampaikan terkait dengan semakin dekatnya perayaan Idul Adha, ustadz mengingatkan bahwa darah yang mengucur dari hewan yang disembelih merupakan najis, jadi hendaknya diingat jika nanti turut serta dalam penyembelihan hewan kurban, maka bekas darah tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu;
  3. Menutup aurat – sifat dari bahan penutup aurat hendaknya berbahan tebal dan tidak menerawang, selain itu juga longgar, artinya tidak membentuk lekuk tubuh/badan;
  4. Menghadap kiblat – menghadap arahnya bukan menghadap ke bendanya;
  5. Niat – niat adanya di hati artinya bahwa niat tidak diucapkan secara lisan. Nabi saw tidak pernah menspesifikasikan niat-niat tertentu, termasuk niat shalat.

Rukun Shalat

  1. Berdiri tegak (bagi yang mampu);
  2. Takbiratul ikram, yaitu mengucapkan “AllahuAkbar”, jika makmum masbuq, maka sebelum mengikuti gerakan imam harus terlebih dahulu Takbiratul ikram, baru kemudian mengikuti gerakan/posisi imam;
  3. Membaca Al-Fatihah;
  4. Ruku’, posisi ruku’ yang diperagakan pada saat itu adalah posisi kedua tangan seperti mencengkeram kedua lutu, posisi belakang sampai kepala lurus, lengan mengikuti;
  5. Bangkit dari ruku’;
  6. I’tidal, yaitu berdiri tegak setelah ruku’;
  7. Sujud, perlu diperhatikan posisi ketika sujud adalah bertumpu pada tujuh anggota tubuh yang terdiri dari (1) dahi dan hidung, (2&3) kedua telapak tangan, (4&5) kedua lutut, (6&7) kedua ujung kaki. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketiga sujud, yaitu untuk posisi tangan ketika sujud, posisi jari-jari lurus menghadap kiblat, tidak dikepal. Kedua lengan menjauh dari sisi masing-masing badan (melebar), namun posisi tersebut harus disesuaikan ketika shalat berjamaah agar tidak menggangu orang lain. Posisi ujung kaki ditekuk dan menghadap kiblat, boleh kedua kaki dirapatkan;
  8. Duduk diantara 2 sujud, perlu diperhatikan posisi pada saat duduk diantara 2 sujud yaitu kaki kiri dibentangkandan diduduki, sedangkan kaki kanan posisi lurus dengan ujung kaki ditekuk ke arah kiblat;
  9. Tuma’ninah dalam semua amalan yaitu adanya jeda waktu pada tiap gerakan shalat;
  10. Tasyahud akhir, posisi duduknya adalah kaki kiri berada dibawah kaki kanan, posisi telapak kaki kanan lurus serta ujung kaki ditekuk ke arah kiblat, posisi bokong menyentuh lantai;
  11. Membaca do’a tasyahud akhir;
  12. Membaca shalawat atas Nabi saw;
  13. Tertib antara tiap rukun, artinya semua gerakan harus teratur dan berurutan;
  14. Mengucap 2 kali salam, “…dan penutupnya (shalat) ialah salam…”.

Catatan mengenai Wajib dan Sunnah dalam Shalat, saya kutip dari thaybah.or.id sebagai berikut:

Wajib-wajib shalat

  1. Seluruh takbir, kecuali takbiratul ihram;
  2. Tasmii’, yaitu membaca “sami’allahu liman hamidah ”. wajib dibaca oleh imam ataupun orang yang shalat sendirin, adapun makmum tidak membacanya;
  3. Tahmid, yaitu membaca “rabbana walakal hamd”. Wajib dibaca oleh imam, makmum, maupun orang yang shalat sendirian. Berdasarkan sabda Rasulullah, “Jika imam membaca sami’allahu liman hamidah maka ucapkanlah rabbana walakal hamd .”;
  4. Bacaan rukuk, yaitu seperti bacaan “subhaana rabbiyal ‘adzim”. Yang wajib sekali, disunnahkan membacanya tiga kali. Jika lebih maka tidak mengapa;
  5. Bacaan sujud, yaitu seperti bacaan “subhaana rabbiyal ‘a’la”. Yang wajib sekali, disunnahkan membacanya tiga kali;
  6. Bacaan duduk antara dua sujud, yaitu seperti bacaan “rabbighfirliy..”. Yang wajib sekali, disunnahkan membacanya tiga kali;
  7. Tasyahud awal, yaitu membaca bacaan-bacaan tasyahud yang telah diriwayatkan dari Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam;
  8. Duduk pada tasyahud awal.

Sunnah-sunnah shalat

  1. Sunnah berupa perkataan, bentuknya banyak sekali. Diantaranya: membaca do’a iftiftah, ta’awudz, membaca basmalah, membaca surat setelah al Fatihah, membaca bacaan rukuk, sujud, do’a antara dua sujud lebih dari sekali, do’a setelah tasyahud akhir dan lainnya.
  2. Sunnah berupa perbuatan, bentuknya juga baca. Diantaranya: mengangkat tangan saat takbiratul ihram serta ketika akan dan setelah rukuk, meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri dan meletakkannya di atas dada saat berdiri, melihat tempat sujud, meletakkan tangan diatas lutut saat rukuk, menjauhkan antara perut dan paha, paha dan betis saat sujud, dan lainnya.

Berikut adalah video panduan gerakan shalat yang mungkin bisa dijadikan referensi, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s